Lembaga Keuangan Incar Pasar Transportasi Mikro
By Iskandarsyah Madjid On 3 Nov, 2011 At 02:24 AM | Categorized As Uncategorized | With 2 Comments

SURABAYA – Jasa Transportasi di tingkat mikro saat ini sedang mengalami tren. Bahkan banyak diantaranya berprospek cerah dan menjanjikan, membuat lembaga pembiayaan mulai melirik sektor ini.

“Jasa transportasi mikro saat ini seperti Bemo, ojek, persewaan truk, persewaan pick up dan lainnya trennya sedang meningkat bahkan berprospek cerah. Jika melihat perkembangannya, memang lembaga pembiayaan mulai melirik sektor ini, walaupun sampai saat ini porsi pembiayaan di sektor ini belum terlalu dominan,” kata Kepala Cabang Surabaya PT Permodalan Nasional Madani (persero), Haryono, Selasa (11/10).

Namun kata Haryono, sektor transportasi mikro lebih berkembang di pelosok daerah, untuk di sektor trasportasi di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya perkembangannya kurang bagus dan persaingannya sangat ketat, tentu sangat sulit bagi pelaku usaha mikro jasa transportasi untuk bersaing.

“Namun dengan bunga kredit berkisaran 0,9-1,8% per bulan dengan tenor maksimal empat tahun yang diberikan sangat kompetitif bagi pelaku usaha jasa trasnportasi mikro, apalagi bunga ini sama dengan tahun lalu dan sampai saat ini belum ada koreksi,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Utama  PT sarana Jatim Ventura, Fadjar Hutomo. Menurutnya, sektor pembiayaan di jasa trasportasi masih tetap prospektif. Namun dirinya melihat sektor tasnportasi barang di kota besar lebih menjanjikan dibandingkan sektor transportasi penumpang.

“Hal ini dikarenakan pertumbuhan di sektor perdagangan dan industri di kota besar tumbuh pesat. Sektor yang masih dianggap prosfektif saat ini seperti seluruh jenis transportasi darat, dan laut. Selain itu sektor infrastruktur, pengelolahan limbah dan pertambangan juga menjadi sektor yang tetap menjanjikan,” katanya.

Ditambahkan Fadjar, sampai September 2011, lembaga keuangannya sudah mengucurkan pembiayaan mencapai Rp100,6 miliar dengan 576 kreditur. Padahal target akhir tahun hanya Rp100,2 miliar sedangkan pencapaian 2010 hanya sekitar Rp 89,1 miliar.

Sementara realisasi PNM cabang Surabaya diungkapkan Haryono, per September sudah mengucurkan kredit sebesar Rp 247 miliar dengan jumlah 4.037 kreditur. Target akhir tahun PNM 2011 sebesar Rp270 miliar.

“Untuk mempercepat realisasi pembiayaan, PNM akan menambah 15 unit layanan yang tersebar di beberapa pelosok daerah seperti Jatirogo, Rejoso, Karang Ploso dan Rangel  serta beberapa daerah lainnya sampai di Situbondo. Jumlah tersebut belum termasuk cabang Surabaya yang terdiri dari 42 unit layanan, cabang Kediri ada 30 unit,” ungkap Haryono. m15

 

LINK: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=ffb8cd4c0d6dc980350a747a716859f7&jenis=e4da3b7fbbce2345d7772b0674a318d5

comment closed